Mengenal Seollal, Tahun Baru Korea

Seollal, Perayaan Tahun Baru Korea yang Penuh Makna Budaya
Pada 17 Februari 2026, saat warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek, masyarakat Korea Selatan sedang merayakan Seollal. Seollal merupakan salah satu hari raya tradisional yang paling penting di Korea Selatan. Seperti halnya Imlek, perayaan ini juga ditandai dengan kumpul keluarga untuk berbagi makanan, menghormati leluhur, bermain permainan tradisional, dan menyantap tteokguk, sup kue beras iris.
Seollal memiliki akar yang dalam dalam tradisi Konfusianisme Korea. Sejarah perayaan ini dapat ditelusuri sejak abad ke-7. Catatan tentang festival ini pertama kali muncul dalam teks-teks Tiongkok. Selama lebih dari 2.000 tahun, Seollal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pertanian kuno.
Perayaan ini menjadi lebih formal selama Dinasti Joseon, antara tahun 1392 dan 1897. Seollal melambangkan bakti kepada orang tua, sebuah nilai inti dalam Konfusianisme yaitu menghormati dan merawat leluhur, orang tua, serta sesepuh. Selain itu, perayaan ini juga menjadi waktu untuk pembaruan, melepaskan tahun yang lalu, dan menyambut keberuntungan untuk tahun yang akan datang.
Seollal dirayakan bersamaan dengan Tahun Baru Imlek, tepat pada hari pertama tahun baru dalam kalender lunar Tiongkok. Festival ini biasanya jatuh pada bulan Januari atau Februari setiap tahun.
Tradisi dan Ritus dalam Perayaan Seollal
Perayaan Seollal biasanya berlangsung selama tiga hari, yakni malam Tahun Baru Imlek, hari itu sendiri, dan hari setelah tahun baru. Untuk merayakannya, tempat-tempat budaya di seluruh Seoul sering mengadakan program khusus untuk festival ini.
Perayaan biasanya dimulai dengan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga. Pada hari perayaan, orang-orang akan mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea. Penghormatan terhadap leluhur dilakukan melalui meja persembahan makanan yang diatur dengan tepat di rumah atau kuil keluarga. Para sesepuh di rumah menyalakan dupa, menuangkan anggur beras, dan membungkuk di depan foto leluhur, sebelum berbagi makanan.
Perbedaan antara Seollal dan Imlek
Meskipun dirayakan pada momen yang sama, terdapat perbedaan yang cukup besar antara kedua perayaan tersebut. Pertama, Seollal dirayakan selama 3 hari, sedangkan Tahun Baru Imlek selama 15 hari.
Seollal juga lebih berfokus pada perayaan yang berpusat pada keluarga, sementara Tahun Baru Imlek dibuat meriah dan acara publik berskala besar. Festival Korea ini berfokus pada ritual penghormatan leluhur, sedangkan Tahun Baru Imlek berfokus pada menarik keberuntungan dengan mengenakan pakaian merah dan mengusir roh jahat menggunakan kembang api.
Makanannya pun berbeda. Perayaan Seollal dirayakan dengan hidangan tradisional tteokguk. Adapun Imlek dirayakan dengan ikan sebagai simbol keberuntungan dan kelimpahan.
Post a Comment for "Mengenal Seollal, Tahun Baru Korea"
Post a Comment