5 Biaya Tersembunyi Saat Menginap di Hotel

Kota New York akan melarang pengenaan biaya tersembunyi yang bisa dikenakan kepada tamu saat menginap di hotel mulai 21 Februari 2026. Aturan ini dibuat untuk mengurangi biaya layanan yang tidak jelas dan sering kali mengejutkan tamu, terutama menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Kini, platform pemesanan harus menyertakan semua biaya yang dirinci dalam tarif hotel yang diiklankan.

Walikota New York Zohran Mamdani menyatakan bahwa biaya tersembunyi merupakan praktik yang menipu dan memberatkan konsumen. Ia menyebutkan bahwa biaya-biaya ini memiliki berbagai nama seperti biaya tujuan wisata, biaya resor, atau biaya layanan perhotelan. "Apa pun sebutannya, biaya-biaya ini sulit dipahami, sulit dilacak, dan pada akhirnya—sederhananya—biaya-biaya tersembunyi yang secara diam-diam dibebankan oleh hotel dan situs pemesanan kepada warga kota ini tanpa sepengetahuan mereka, adalah sesuatu yang akan kami akhiri," ujar Mamdani saat mengumumkan pelarangan tersebut. Jadi, jika tamu check-out dan tiba-tiba ada biaya yang tidak terlihat sebelumnya, itu ilegal.

Jenis-Jenis Biaya Tersembunyi yang Sering Mengejutkan Tamu

Berikut adalah beberapa jenis biaya tersembunyi yang sering kali mengejutkan tamu saat check-out:

  • Check-in lebih awal dan check-out lebih lambat
    Biaya untuk check-in lebih awal dan check-out lebih lambat semakin umum. Layanan ini bukan lagi dianggap sebagai layanan premium. "Biaya tersebut lebih sering dilihat sebagai penalti," kata Tracy Lamourie, pendiri dan direktur pelaksana di Lamourie Media.
    Check-in lebih awal dan check-out terlambat biasanya terjadi ketika waktu penerbangan tidak sesuai dengan waktu check-in dan check-out hotel reguler. “Jadi, mereka memonetisasi hal itu dengan mengenakan biaya untuk check-in lebih awal dan check-out lebih lambat, bukan sebagai poin untuk pelancong yang sering bepergian,” Lamourie menambahkan.

  • Biaya resor
    Biaya resor atau biaya tujuan adalah salah satu biaya tersembunyi hotel yang paling umum ditemui tamu. Menurut NerdWallet, biaya ini umumnya untuk menutupi fasilitas seperti Wi-Fi, akses kolam renang, penggunaan pusat kebugaran, dan sebagainya.
    Biaya harian ini ditambahkan di atas tarif kamar dasar dan pajak. Di beberapa properti, biaya resor bahkan bisa lebih mahal daripada harga kamar hotel itu sendiri. "Anda membayar handuk kolam renang; Anda membayar hal-hal seperti panggilan lokal di telepon hotel yang hampir tidak pernah diangkat lagi oleh siapa pun," ujar Lamourie.

  • Parkir
    Biaya parkir juga bisa membebani tamu. Lamourie mengatakan bahwa saat ini biaya parkir dinamis semakin umum, sama seperti tarif malam hotel yang naik turun, tergantung apakah itu akhir pekan atau apakah ada acara yang sedang berlangsung. “Itu adalah sesuatu yang seringkali tidak diperhitungkan oleh para pelancong, dan itu dapat membuat perbedaan besar,” katanya.

  • Wi-Fi
    Banyak hotel sudah menawarkan Wi-Fi gratis, tapi di beberapa negara, hal itu masih belum menjadi standar. Menurut Lamourie, banyak biaya untuk internet justru meningkat dan dikemas dengan cara baru. “Terkadang, alih-alih satu biaya Wi-Fi untuk seluruh kamar, Anda akan melihat biaya yang dikenakan per perangkat,” katanya.

  • Penangguhan kartu kredit
    Biasanya hotel meminta kartu kredit untuk disimpan saat check-in dan mengenakan biaya sementara untuk menutupi potensi biaya tambahan. Sam Levine, komisaris Departemen Perlindungan Konsumen dan Pekerja (DCWP), mengatakan New York tidak hanya melarang biaya tersembunyi, tetapi juga menindak tegas penahanan dan deposit kartu kredit yang mengejutkan, persyaratan yang wajib dipenuhi tamu di banyak tempat di Amerika Serikat.

Post a Comment for "5 Biaya Tersembunyi Saat Menginap di Hotel"